Q.S. Ar-Rum: 21
Kenal di sebuah grup belajar bahasa tahun 2017 lalu. Wahyu mengajar bahasa, sedangkan Asmi belajar di sana. Interaksi terjadi selayaknya pengajar dan murid.
Hingga tahun berlalu,
pandemi bertamu,
bulan kelabu,
tak semanis cilembu,
di hari Rabu.
Aku masih ingat. Hari itu Oktober 2025. Senja memberikan kejutan yang tidak pernah terlintas, bahkan sedetik pun di hari-hari yang lalu - tidak berani.
"Boleh gak aku ke rumahmu setelah acara pernikahan adekmu? ... bareng keluargaku."
Tidak! Tidak! Aku salah dengar!
"Ha? Gimana?" jawabku setelah diam beberapa waktu.
Setelah jawabku ia tunggu,
aku mengiyakan inginnya bertamu
bertemu Ibu.
Ucapnya ingin silaturahmi
Tetiba muncul tanggal bulan resmi
Setitik yakin mulai bersemi
Apa ini memang takdir kami?
Cerita tertulis sedikit koma.
Diskusi pun tidak lama.
Awalnya sepakat bulan Lima.
Berubah suara-suara dari rumah .
16 April 2026 jadi pilihan bersama,
InsyaAllah.
Saya terima nikah dan kawinnya Kasmia ... hingga akhir kalimat akad sesuai agama.
"Sah!"
Aku dan kamu jadi KITA.
Bukan akhir cerita,
melainkan awal kisah panjang yang akan kita tulis BERDUA.